CATATAN LENGKAP !! REAKSI KIMIA KELAS 9 SMP

line-height: 1.8; }

 


REAKSI KIMIA

Merupakan proses dimana dua zat atau lebih diubah menjadi zat baru yang sifatnya berbeda.
Contoh : Peristiwa pembakaran, perkaratan, fotosintesis, pembusukan, dan fermentasi. Zat yang digunakan sebelum reaksi disebut dengan PEREAKSI/REAKTAN, sedangkan zat yang terbentuk setelah reaksi disebut dengan PRODUK.

contoh : 
  • Beras dan air dimasak menjadi nasi. 
           beras + air = pereaksi / reaktan
           nasi = produk
  • Reaksi pembentukan air oleh gas hidrogen dan oksigen 
     

Penulisan reaksi kimia diawali dengan penulisan pereaksi yang digunakan lalu diberi tanda anak panah diikuti dengan produk yang terbentuk. Ketentuan penulisan reaksi kimia:
  • Reaksi kimia harus seimbang, jumlah atom-atom pereaksi sama dengan jumlah atom-atom produk
  • Keadaan fisik pereaksi dan produk harus dituliskan dalam persamaan reaksi
      

contoh :


Ciri-ciri Reaksi Kimia :

  • Menghasilkan bau
  • Menghasilkan gas
  • Terbentuk endapan
  • Ada perubahan suhu
  • Ada perubahan warna

Jenis-Jenis Reaksi Kimia :

  • Reaksi pembakaran
            Reaksi kombinasi suatu zat dengan oksigen yang menghasilkan karbondioksida dan air
            contoh :

     
  • Reaksi Penggabungan (kombinasi/sintetis)   
       
contoh :
     
  • Reaksi Dekomposisi (penguraian)
      
contoh :
    
  • Reaksi Pertukaran Tunggal ( single replacement)
       
contoh :
      

  • Reaksi Pertukaran Ganda (double replacement)
       
contoh :
       


Reaksi Endotermik dan Reaksi Eksotermik

  • Reaksi Endotermik
            Reaksi kimia yang membutuhka energi / menyerap energi dari lingkungan ke sistem
            contoh : reaksi fotosintesis, pelelehan
            reaksi endotermik ditandai dengan penurunan suhu di sekitar tempat terjadinya reaksi
  • Reaksi Eksotermik
           Reaksi kimia yang menghasilkan panas (melepaskan energi dari sistem ke lingkungan)
           Reaksi eksotermik ditandai dengan kenaikan suhu di sekitar tempat terjadinya reaksi.
           contoh : reaksi pembakaran, proses respirasi, menyalakan kembang api

SIFAT MATERI

  • Sifat Fisika : sifat yang dapat diukur dan diamati tanpa mengubah komposisi atau susunan zat
contoh sifat fisika antara lain :
  1. massa jenis
  2. daya hantar listrik
  3. kemagnetan
  4. titik didih dan titik leleh
  5. kelarutan
  6. elastisitas
Perubahan Fisika : Perubahan materi yang tidak menghasilkan zat baru
contoh : lilin mencair, kamfer menyublim, es krim meleleh, gula larut dalam air

  • Sifat Kimia : Sifat yang dapat diukur dan diamati dengan mengubah komposisi atau susunan zat. Sifat kimia muncul ketika suatu zat bereaksi dengan zat lain
contoh sifat kimia antara lain :
  1. Mudah terbakar
  2. derajat keasaman
  3. pembusukan
  4. perubahan warna
  5. korosif / berkarat
  6. daya ionisasi
Perubahan Kimia : Perubahan materi yang menghasilkan zat baru yang sifatnya berbeda dengan zat asal.
contoh : besi berkarat, kayu melapuk, susu menjadi asam, fermentasi tape

LAJU REAKSI KIMIA

Perubahan jumlah pereaksi atau produk dalam selang waktu tertentu. Laju reaksi menunjukkan seberapa cepat atau lambat suatu reaksi berlangsung. Contoh : perkaratan besi dapat berlangsung lama, sedangkan membakar kayu dapat berlangsung sangat cepat.

Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi kimia 
  • Suhu : makin tinggi suhu, maka tumbukan antara partikel zat akan bertambah dan mempercepat laju reaksi
  • Konsentrasi pereaksi : Konsentrasi pereaksi bertambah, maka laju reaksi meningkat
  • Luas Permukaan : makin luas permukaan benda,makin cepat laju reaksi
  • Penambahan Katalis / zat yang mempercepat laju reaksi. contoh : Mangan (IV) oksida digunakan sebagai katalis pada penguraian hidrogen peroksida. Besi digunakan sebagai katalis pada pembuatan amonia dalam proses Haber

ASAM, BASA DAN GARAM

A. ASAM

Ciri-ciri asam :
  • rasanya kecut / asam
  • korosif terhadap logam (menyebabkan karat pada logam)
  • mengubah kertas lakmus biru menjadi merah
  • PH < 7
  • dapat menghantarkan arus listrik
  • dalam air melepaskan ion hidrogen (H⁺)
Contoh asam dan kegunaannya :
  • Asam sulfat (H₂SO₄) digunakan sebagai larutan elektrolit pada aki
  • Asam klorida (HCl) digunakan sebagai pembersih rumah tangga, pengawet baja
  • Asam sitrat (C₆H₈O₇) digunakan sebagai pengawet makanan

B. BASA

Ciri-ciri Basa :
  • Rasanya pahit
  • PH > 7
  • Terasa licin ditangan
  • mengubah kertas lakmus merah menjadi biru
  • dapat menghantarkan arus listrik
  • dalam air melepaskan ion hidroksil (OH⁻)
Contoh Basa dan Kegunaannya :
  • Natrium hidroksida (NaOH) digunakan sebagai pemberih, juga pemurnian air limbah
  • Kalsium hidroksida (Ca (OH)₂ digunakan dalam konstruksi bangunan sebagai bahan campuran adukan semen
  • Natrium bikarbonat NaHCO₃ digunakan sebagai antasida dalam mengatasi masalah pencernaan.

C. GARAM

  • Dalam ilmu kimia garam terbentuk sebagai hasil reaksi antara asam dan basa
  • dikenal juga sebagai larutan penetral
  • PH = 7
Contoh garam dan kegunaanya :
  • Amonium nitrat (NH₄NO₃) digunakan sebagai pupuk
  • Natrium klorida (NaCl) digunakan sebagai penyedap makanan

INDIKATOR ASAM DAN BASA
Indikator Alami
Dibuat dari ekstrak tumbuhan yang memiliki warna pekat.
  • Kunyit: Berwarna kuning pada larutan asam dan merah bata pada larutan basa.
  • Kubis Ungu: Berwarna merah/merah muda pada asam, hijau pada basa, dan ungu pada netral.
  • Bunga Kembang Sepatu: Merah pada asam, hijau atau kuning pada basa
  • Kulit manggis : berwarna coklat kemerahan pada asam, biru kehitaman pada basa, dan ungu kehitaman pada netral
 Kertas Lakmus
Indikator praktis untuk menguji sifat keasaman secara langsung. 
  • Lakmus Merah: Menjadi biru dalam larutan basa, dan tetap merah dalam larutan asam/netral.
  • Lakmus Biru: Menjadi merah dalam larutan asam, dan tetap biru dalam larutan basa/netral.
  • Indikator Buatan (Sintetis)
    Dibuat di laboratorium dan memiliki rentang perubahan warna (trayek pH) yang spesifik
  • Fenolftalein (PP): Tidak berwarna (Asam) dan berubah menjadi Merah Muda (Basa).
  • Metil Merah (MM): Merah (Asam) dan Kuning (Basa).
  • Metil Jingga (MO): Merah (Asam) dan Kuning (Basa).
  • Bromtimol Biru (BTB) : Kuning (Asam) dan Biru (Basa)
  • Indikator Universal dan pH Meter
    • Indikator Universal: Kertas indikator yang memberikan warna spesifik untuk setiap nilai pH (antara 1-14) saat dicelupkan ke dalam larutan.
    • pH Meter: Alat elektronik digital yang memberikan hasil pengukuran pH secara akurat berupa angka desimal. 

    Buat kamu yang mau belajar gratis baik materi sekolah ala bimbel, kunjungi aja studygramfisika everyday, karena semua hal berbau fisika ada disini. 


















    Posting Komentar

    0 Komentar