STRUKTUR BUMI
- lapisan terluar dan tipis
- ketebalan 0 - 100 km
- terdiri dari batuan dan tanah yang mudah pecah
- tempat aktivitas makhluk hidup
- terbagi dua yaitu kerak benua dan kerak samudera
- mengandung unsur oksigen, silikon, besi, alumunium, kalsium dan magnesium
- lapisan yang terletak di bawah kerak bumi
- ketebalan mencapai 2900 km
- terdiri dari batuan padat yang mengandung besi dan megnesium yang mudah bergerak
- suhu mencapai 2500 derajat
- berfungsi melindungi lapisan inti di bawahnya
- mengandung unsur oksigen, silikon, besi, alumunium, kalsium dan magnesium
Inti Luar
- terdapat cairan magma yang mengandung lelehan besi dan nikel
- ketebalan mencapai 2200 km
- suhu mencapai 3800 - 6000 derajat
- berada di bawah kedalaman 2900 km dari permukaan bumi
Inti Dalam
- Lapisan bumi yang paling panas
- suhu mencapai 5000 - 7000 derajat
- mengandung batuan padat yang terbentuk dari besi
- berada di kedalaman 5150 - 6378 km dari permukaan bumi
1. LITOSFER
Pembentukan muka bumi berasal dari tenaga geologi yakni tenaga endogen dan tenaga eksogen. Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi seperti : vulkanisme, tektonisme, seismik. Sedangkan tenaga eksogen berasal dari luar bumi dan bersifat merusak dan merombak permukaan bumi. Tenaga eksogen antara lain pengendapan (sedimentasi), pengikisan (erosi), dan pelapukan.
Batuan Beku
batuan yang terbentuk dari membekunya magma yang keluar akibat proses pendinginan
- Batuan beku dalam : terbentuk dari pembekuan magma di dalam kulit bumi. Disebut juga batuan kristal. contoh seperti batu granit
- Batuan beku korok : terbentuk dari pembekuan magma celah-celah retakan bumi
- Batuan beku luar : terbentuk dari pembekuan magma setelah mencapai permukaan. contohnya batu apung.
merupakan batuan yang terbentuk dari proses endapan atau sedimentasi. Dapat terjadi di permukaan bumi, di dalam tanah, atau di dalam air.
Batuan Metamorf
merupakan batuan yang terbentuk dari perubahan fisik batuan akibat pengaruh tekanan, atau suhu disekitarnya
LEMPENG BUMI
Merupakan lapisan luar bumi yang terdiri dari potongan-potongan besar litosfer yang bisa bergerak. Lempeng ini terbuat dari batuan padat dan terus-menerus bergerak membuat permukaan bumi terus berubah.
Jenis-jenis pergerakan lempeng :
1. Konvergen
Merupakan pertemuan dua lempeng bergerak saling mendekat. Lempeng samudra lebih padat, maka biasanya terjadi subduksi. Subduksi merupakan peristiwa lempeng samudra (lebih tua dan padat) turun ke bawah lempeng benua (muda dan ringan). Subduksi dapat membentuk palung samudra dan pegunungan. Contohnya seperti Palung Jawa dan Pegunungan Himalaya. Gempa bumi besar yang menyebabkan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam pada 26 Desember 2004 lalu juga disebabkan oleh pergerakan lempeng konvergen. Adapun pada lempeng benua yang lebih ringan, biasanya terjadi kolisi antarlempeng. Kolisi merupakan peristiwa dua lempeng benua saling bertumbukan dan membentuk pegunungan. Gerakan konvergen terjadi juga di Indonesia. Gerakan konvergen terdapat di zona subduksi Sunda, zona subduksi Banda, dan Pegunungan Jayawijaya.
2. Divergen
Merupakan pergerakan dua lempeng yang saling menjauh. Hal ini menyebabkan magma naik ke permukaan dan mendesak permukaan bumi, sehingga menyebabkan terbentuknya lapisan permukaan yang baru dan meluasnya samudera.
Dikutip dari Geografi: Menyingkap Fenomena Geosfer untuk SMA/MA Kelas X oleh Ahmad Yani dan Mamat Ruhimat, akibat yang timbul karena lempeng saling menjauh adalah sebagai berikut :
- Perenggangan lempeng
- Pembentukan tanggul dasar samudra di sepanjang tempat perenggangan lempeng.
- Aktivitas vulkanisme laut dalam yang menghasilkan lava basa berstruktur bantal yang dinamakan lava bantal, serta leleran lava yang encer.
- Pusat gempa yang aktif.
3. Transform
Merupakan pergerakan dua lempeng yang bergesekan menyamping dengan arah berlawanan sehingga menimbulkan patahan / sesar. Misalnya gesekan antar Lempeng Samudra Pasifik dengan Lempeng Benua Amerika Utara yang menyebabkan terbentuknya Patahan San Andreas. Patahan tersebut membentang dari San Fransisco di bagian utara sampai Los Angeles di Selatan Amerika Serikat. Panjangnya kurang lebih 1.200 kilometer. Gerakan patahan atau sesar ini dapat menyebabkan gempa bumi. Pergeseran ini tidak
mengakibatkan penghilangan ataupun penambahan lithosfer tetapi hanya terjadi
keretakan didaerah tersebut yang disertai gempa bumi dahsyat.
Merupakan lapisan udara yang menyelimuti bumi. Atmosfer tersusun dari gas nitrogen sebesar 78 %, oksigen 21% dan sisanya karbondioksida, argon dan beberapa gas lain. Atmosfer adalah lapisan gas yang menyelimuti bumi, dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah hingga ketinggian 560 km. Atmosfer terdiri atas beberapa lapisan, dimulai dari Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer, dan akhirnya Eksosfer, sebagai lapisan terluarnya. Nah biar kamu mudah hapal susunan ini yuk kita bikin jembatan keledainya : "Tata Suka Makan Telur Endog"
Susunan Lapisan Atmosfer :
a. Troposfer
- Ketinggian 0 – 12 km dari permukaan bumi
- Pada lapisan ini, terjadi aktivitas cuaca. Awan tebal, badai petir, angin kencang, dan turbulensi ringan hingga berat lebih sering terjadi di lapisan ini.
- Tekanan udara cukup tinggi pada lapisan troposfer menyebabkan hambatan udara lebih besar sehingga pesawat terbang tidak aman mengudara pada lapisan ini karena bisa boros bahan bakar.
- Ketinggian 12 – 50 km dari permukaan bumi
- Pada lapisan ini terdapat ozon yang melindungi bumi dari radiasi sinar UV
- Pesawat terbang aman mengudara di lapisa ini ( 30.000 – 40.000 kaki )
- Berada di ketinggian 50 – 85 km dari permukaan bumi
- Lapisan ini melindungi bumi dari benda-benda langit yang jatuh seperti meteor
- Berada di ketinggian 85 – 500 km dari permukaan bumi
- Tempat terjadinya pemantulan gelombang radio
- Lapisan ini disebut juga lapisan ionosfer karena pada lapisan ini terjadi peristiwa ionisasi
- Tempat terbentuknya aurora
- Berada di ketinggian > 500 km
- Tempat satelit mengorbit
- Suhunya rendah mencapai -57 derajat dan tekanan juga rendah
Lapisan air yang berada di permukaan bumi
meliputi laut, samudera, danau, sungai, salju, gletser, air tanah dan uap air.
Siklus Hidrosfer
Merupakan perputaran air di bumi yang mempunyai jumlah tetap serta selalu bergerak dalam suatu siklus peredaran
1. Evaporasi
Akibat sinar matahari yang memancarkan energi panas ke seluruh permukaan bumi, terjadilah penguapan air dari sungai, danau, laut serta samudera
2. Transpirasi (penguapan yang terjadi pada tumbuhan)
Proses penguapan yang terjadi pada tanaman melalui stomata. Dalam tahap ini tumbuhan mengeluarkan uap pada siang hari
3. Evavotranspirasi
Gabungan proses evaporasi dan transpirasi. Di tahap ini akan terjadi proses penguapan air tanpa mengalami fase pencairan
4. Sublimasi
Proses penguapan di kutub atau puncak gunung dimana es berubah menjadi uap iar tanpa mengalami fase pencairan
5. Kondensasi
Proses berubahnya uap air menjadi partikel es akibat suhu udara yang rendah sehingga membentuk awan yang tebal
6. Adveksi
Proses perpindahan awan secara horizontal dari suatu lokasi ke lokasi lain disebabkan karena tekanan udara atau angin
7. Presipitasi
peristiwa turunnya hujan
8. Run off / limpasan
Proses mengalirnya air hujan ke sungai, laut danau, samudera dan saluran air lainnya.
9. Infiltrasi
Proses penyerapan air ke dalam tanah dibantu oleh adanya tumbuhan
10. Perkolasi
Proses pergerakan air di dalam tanah secara horizontal
GEMPA BUMI
Merupakan getaran yang merambat melalui material bumi ketika lempeng bumi bergerak. Gempa bumi melepaskan gelombang. Gelombang ini merambat sepanjang permukaan bumi yang disebut gelombang seismik. Pergerakan lempeng juga melepaskan sejumlah energi.
Titik pada kedalaman yang menjadi pusat gempa disebut dengan hiposentrum. Sedangkan permukaan bumi diatas hiposentrum disebut dengan episentrum. Gelombang yang merambat sepanjang permukaan bumi ini mengakibatkan kerusakan. Gelombang seismik terbagi dua :
a. Gelombang primer ( p - wave)
bergerak melalui material batuan. Partikel batuan akan bergerak searah dengan gelombang seismik disebut juga gelombang longitudinal.
b. Gelombang sekunder ( s - wave)
merambat melalui batuan, bergerak tegak lurus dengan arah gelombang seismik. Gelombang ini disebut juga gelombang transversal
Ilmu yang mempelajari tentang gempa adalah seismologi. Alat yang digunakan untuk mencatat data gempa adalah seismograf. Kekuatan gempa (magnitude) sebuah daerah dinyatakan dengan skala Richter.
Pengukuran kekuatan gempa berdasarkan amplitudo atau gerak gelombang seismik. Skala Richter menunjukkan besarnya energi gempa yang dilepaskan. Rentang skala Richter antara 1,0 - 10,0 SR. Berdasarkan besar dan kerusakan yang ditimbulkan gempa dikategorikan sebagai berikut :
Siaga saat terjadi gempa :
- ketika dalam ruangan cari perlindungan dari reruntuhan seperti dibawah meja dan tempat tidur
- ketika di luar ruangan, tetaplah di luar dan menjauh dari bangunan yang berpotensi runtuh
- jika dalam kendaraan, keluarn dan cari tempat terbuka
- menjauh dari pantai karena berpotensi tsunami
- jika di pegunungan menjauhlah dari daerah rawan longsor
- keluar ruangan dengan teratur, tutuplah mulut dan hidung dengan kain atau masker agar aman dari debu reruntuhan
- perhatikan lingkungan sekitar apakah terjadi kebakaran, gas bocor, atau korsleting listrik
- jangan berjalan di daerah gempa karena kemungkinan akan tertimpa reruntuhan
GUNUNG BERAPI
Naiknya magma ke permukaan bumi menyebabkan erupsi. Erupsi terjadi pada gunung berapi. Magma yang keluar dan mengalir saat terjadi erupsi disebut lava. Gunung berapi memiliki lubang yang terbentuk melingkar di puncaknya yang disebut kawah. Saat erupsi terjadi magma dan material vulkanik lainnya dimuntahkan melalui kawah gunung berapi.
Struktur gunung berapi :
- Mengungsi : ikuti himbauan mengungsi, jangan berdiam di tempat berbahaya, ikuti rute evakuasi yang ditentukan,jangan lewati lembah yang dialiri aliran sungai
- Barang bawaan : sebelum mengungsi matikanlah air, gas dan listrik. bawalah bekal makanan.
- Berlindung : Jika berada diluar ruangan, carilah tempat berlindung dari semburan gunung berapi, jika dalam ruangan tetaplah dalam ruangan, waspada aliran lahar jika berada dekat sungai
- Siaga diri : Lindungi diri dari hujan abu vulkanik dan kerikil dengan memakai baju panjang, celana panjang, masker dan kacamata serta topi.
Demikianlah materi lengkap materi lapisan bumi beserta bencana alam yang mungkin timbul akibat perubahan bentuk muka bumi akibat aktivitas lempeng bumi. Semoga materi ini bisa membantu adik-adik kelas 8 yang sedang mempelajari materi struktur lapisan bumi. Selamat belajar !!!
LINK DOWNLOAD MATERI LAPISAN BUMI : DOWNLOAD HERE
.png)
0 Komentar